Cerita ramadhan: buka bersama

Ramadhan tahun ini, bagi saya, adalah ramadhan paling tenang karena hingga hari ini saya baru berbuka puasa bersama (di luar rumah - dengan kolega) satu kali. Saya ingat, buka puasa pertama tahun lalu saja sudah di kantor. Bagi saya, ini jelas menyenangkan. Meski berbuka hanya dengan tahu goreng, tapi berbuka bersama keluarga sendiri itu jauh lebih nikmat.

Cerita ramadhan: motivasi tarawih

Minggu ke dua bulan ramadhan. Seperti biasanya, jumlah shaf shalat tarawih berkurang. Yang saya maksud dengan "berkurang" ini adalah benar-benar berkurang. Kalau orang Sunda bilang, minggu pertama itu taraweh, minggu selanjutnya "tara weh" (tidak pernah).

Sesudah tarawih tadi malam, saya mengingat-ingat kenangan tarawih saat saya masih anak-anak dan remaja. Saat kecil, pendorong tarawih adalah petasan dan bermain-main sebelum tarawih di masjid. Beranjak sedikit remaja, pendorong tarawih adalah "cari jodoh". Shalat sengaja di shaf paling belakang, cari-cari anak gadis remaja yang punya senyum memikat. Beranjak remaja, siklus "tara weh". Saat dewasa, rasa sesal muncul saat tidak tarawih.

Nah, Anda punya kisah yang sama? :))