The 1st winner of fun english Kindergarten 1. Ayah bangga dan terharu

Img01225-20110523-1232

Bunbun siang ini mengirimkan sebuah BBM berisi gambar piala. Di bagian bawah piala tertulis "The 1st Winner of Fun English Kindergarten 1". Pada awalnya saya terkejut. Saya tidak pernah ingat jika Nayyara mengikuti atau bahkan bercerita tentang suatu lomba apapun. Status sebagai pindahan terkadang membuat saya bertanya-tanya apakah Nayyara bisa mengejar semua ketertinggalannya, khususnya dalam Bahasa Inggris.

Alhamdulillah. Kejutan yang menyenangkan. Betapa bangganya saya dan Bunbun melihat kemajuannya sejauh ini. Meski gaya cueknya sering membuat saya gelisah namun Nayyara masih bisa mengejar ketertinggalannya.

Terus berjuang ya, Nak. Doa ayah dan bunda selalu menyertai dirimu

Tidak ada yang tidak akan saya lakukan untuk pendidikan anak-anak saya

Saya pikir semua orang tua akan melakukan hal yang sama seperti saya dan istri saya. Pendidikan yang (kami pikir) layak adalah prioritas kami berdua. Bahkan hal ini pula yang mendorong kami untuk memutuskan hidup berbeda pulau.

Meski demikian mayoritas model pendidikan di Indonesia yang saya tahu adalah model pendidikan satu arah, pengajaran. Bukan pelatihan. Hal ini sering saya lihat saat saya "diharuskan" untuk membimbing para fresh graduate untuk "siap" bekerja. Kelebihan mereka yang mengecap pendidikan tinggi adalah metodologi problem solving di dalam"otak" mereka lebih baik. Melihat akar permasalahan dan mencari solusi yang tepat.

Racun yang sering menghantui adalah kebanyakan mereka terlalu fokus pada permasalahan, bukan solusi. Ini yang mendorong saya untuk mengajarkan kepada putri-putri saya untuk selalu mencari solusi dari setiap permasalahan, sekecil apapun, yang mereka hadapi.

Putri-putri saya memiliki masa depan mereka sendiri. Bahu yang kuat, tangan yang sigap, dan kaki yang lincah, didukung pemahaman yang luas, adalah modal mereka untuk menantang masa depan. Saya dan bunbun ada di belakang mereka.

Imajinasi little einstein oleh Nayyara

Img00538-20110212-0603

An overdue post! Ini hasil menggambar Nayyara tentang film favoritnya saat ini: Little Einstein. Saat melihat ini saya memberikan feedback kepada Nayyara untuk mewarnai seluruh latar belakang dengan warna yang sesuai (untuk gambar ini biru) dan mengganti warna awan dengan putih. Bunbun bercerita bahwa pada saat lomba menggambar di sekolahnya, Nayyara sudah mulai mewarnai latar belakang gambar. Anyway, good job.

Kata Bunbun, adik sudah bisa ...

Ya. Kata Bunbun, adik Dita sudah mulai bisa mengajak Bunbun bermain ke luar rumah. Belum bisa mengucapkan namun sudah bisa mengungkapkan. Caranya dengan mengoceh atau merengek sambil membuka gordyn dan melihat ke luar jendela. Jadi, Bunbun sekarang sudah mulai mengajak adik Dita bermain ke playground di dalam tatar.

Kenapa "Kata Bunbun"? Soalnya ayah sedang tugas jauh. Ya kan Dik ya?

(download)

Selamat ulang tahun adik Anindita

Satu tahun yang lalu, saat kumandang takbir Idul Adha bergema, tangisan pertamamu pecah. Saat ini, mulai bisa marah dengan teriakan-teriakan khas. Adik Anindita juga sudah mulai bisa bercanda dengan kakak Nayyara. Kalian berdua juga sudah mulai berebut mainan. Rumah kita semakin meriah dengan hadirnya adik di dalam keluarga.

Adik Anindita. Doa ayah dan bunda akan selalu bersamamu, menyatu dalam tarikan nafasmu. Doa terbaik untukmu dan tentu saja untuk kakak Nayyara.

(download)

Pasar Induk Berau, Tanjung Redeb, yang mengagumkan

Ternyata Pasar Induk Berau ini jauh di luar bayangan saya tentang pasar tradisional pada umumnya. Ia lebih megah, lebih mewah. Pasar baru yang menggantikan pasar lama yang terbakar di ujung tahun lalu dan baru kira-kira sebulan ini dipergunakan. Itu pun belum semua kios-kios dibuka, baik di dalam gedung Pasar Kering, Pasar Basah, dan area "plaza food court". Sebagian besar bahkan masih kosong atau para penyewa (saya belum yakin apakah kios/toko/segmen itu disewa atau dibeli) masih melakukan persiapan di dalamnya.

Jika gambar-gambar ini tidak dapat memberikan gambaran penuh tentang pasar menakjubkan ini maka berikut sedikit cerita saya tentang kondisi pasar tersebut.

Pasar secara umum terbagi menjadi 3 gedung utama. Gedung bagian depan adalah Pasar Kering 3 tingkat. Tingkat pertama dan kedua digunakan untuk tempat berjualan. Tingkat ketiga belum bisa saya kunjungi, karena masih tertutup. Gedung kedua berbentuk setengah lingkaran yang dihubungkan langsung dengan gedung Pasar Kering di tingkat dua. Gedung ini semacam meeting point, sebuah meeting point terbesar yang pernah saya lihat untuk ukuran pasar. Bagian bawah adalah halaman berbentuk lingkaran luas (lihat gambar terakhir dalam post ini) sementara di ujung bagian dalam halaman adalah area yang bisa digunakan untuk tempat berkumpul, bersantai, atau sekedar berjalan-jalan. Bagian dasar ini juga dilengkapi dengan toko-toko yang bentuknya berbeda dengan toko/kios lainnya, dengan kaca-kaca besar tempat window shopping yang juga bisa digunakan sebagai kantor pemasaran. Bagian atas adalah food court luas. Konsep "plaza" ini mengingatkan saya pada Lippo Karawaci Mall - khususnya bagian tengah Mall di mana center area adalah meeting point yang bisa digunakan sebagai panggung atau keperluan lainnya sementara di sekelilingnya adalah food court.

Gedung terakhir, di bagian belakang, adalah gedung Pasar Basah. Sayur, buah, ikan, daging, bumbu, dan bahan makanan lainnya tersedia di sini, dengan konsep sebagaimana layaknya pasar tradisional umumnya, namun dengan penataan yang lebih apik.

Secara keseluruhan, pasar baru ini mirip gabungan ITC (kios/toko), mall (food court), dan kompleks pertokoan dengan jalur-jalur lalu lintas kendaraan dan tempat parkir. Di bagian tepi pasar juga tersedia gedung perkantoran pasar, ruko yang masih dalam pembangunan, serta tempat sampah terbesar yang pernah saya lihat (untuk sebuah mall).

Yang pasti, tempat ini menyenangkan untuk digunakan sebagai tempat bersantai di akhir pekan - di pasar.

(download)