Eksperimen instagram

Beberapa hari terakhir ini saya melakukan eksperimen kecil pada
account instagram saya: memasukan teknik dan tahapan post processing
atas photo yang saya upload.

Saat saya melihat sebuah photo yang menarik di instagram saya selalu
mencoba menggali jejak-jejak tahapan post processing di dalam
komentar-komentar photo tersebut. Biasanya yang terungkap hanya
aplikasi yang digunakan - setidaknya akam berguna pada tahap awal.
Namun yang lebih sering terjadi adalah saya tidak mendapatkan
informasi apapun berkaitan dengan teknik atau tahapan post processing
meski komentar photo tersebut bisa mencapai puluhan.

Atas alasan tersebut, diawali dari tiga photo terakhir - sejak 8 Mei
2012, saya memasukan informasi tentang tahapan dan teknik post
processing yang saya lakukan untuk mendapatkan hasil photo yang saya
upload ke instagram. Saya harap tambahan informasi ini akan memudahkan
user-user lain yang mengikuti account instagram saya untuk mendapatkan
inspirasi dalam melakukan post processing technique bagi photo mereka.

Apa permasalahan terbesar hidup di Ibu Kota Jakarta?

Bukan macet, bukan juga korupsi.

Masalah terbesar hidup di Ibu Kota Jakarta adalah UANG.

Seandainya ada uang - dan halal - maka macet bukan masalah. Sebagian besar orang akan menyewa helikopter untuk berangkat kerja, bahkan sekedar melepas penat ke pusat perbelanjaan.

Padahal sebagian besar perputaran uang ada di pulau Jawa, lebih khusus: Jakarta. Jadi, uang juga adalah sumber masalah.

Perputaran uang, pergerakan ekonomi, masih berkutat di Jakarta. Seandainya distribusi uang dan ekonomi bisa disebar merata ke penjuru pulau-pulau di Indonesia, maka sebagian dari permasalahan di ibu kota dan juga di ujung-ujung pulau Indonesia akan sedikit terpecahkan. Pemerataan ekonomi dicapai melalui pemerataan pembangunan. Sumberdaya alam pada dasarnya melimpah di ujung-ujung bumi Indonesia, namun pemanfaatannya masih belum optimal dan merata. Banyak hal yang bisa kita lakukan, dari diri kita terlebih dulu. 

Ayo berpikir.

Apakah tren IPO beberapa perusahaan energi dan tambang Di akhir 2011 hanya sesaat?

Beberapa waktu belakangan ini saya membaca bahwa beberapa perusahaan energi dan tambang Indonesia berencana untuk melakukan IPO di akhir tahun 2011. Apakah ini hanya tren sesaat? Saya harus katakan bahwa ini memang sesaat karena akhir tahun 2011 merupakan saat yang paling tepat untuk mencari tambahan dana dengan cepat melalui IPO. 

Mengapa energi?

Beberapa analisa menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan mencapai 6.1% hingga 6.4% tahun ini. Pertumbuhan ekonomi akan masih berada pada level tersebut untuk tahun depan. Pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan industri harus mendapatkan dukungan dari industri energi (termasuk di dalamnya perusahaan tambang penghasil produk energi - misal batubara). Hal ini bersifat mutlak mengingat industri akan membutuhkan pasokan energi besar untuk tumbuh. Hal ini yang menjadi pendorong utama pertumbuhan industri energi dan pertambangan karena pertumbuhan kebutuhan masih tinggi, baik di dalam negeri Indonesia sendiri maupun negara-negara lain, khususnya China dan India. 

Mengapa 2011?

Krisis ekonomi di Eropa adalah faktor lain yang menjadi pendorong percepatan IPO perusahaan-perusahaan di Asia yang tidak terlalu terkena dampak krisis. Uang dalam jumlah besar yang tertahan karena krisis harus segera dialirkan, tentu saja karena prinsip ekonomi agar uang tersebut bisa "bekerja". Dan saya sangat yakin ada beberapa gelintir orang/badan yang memiliki jumlah uang sangat massive menunggu peluang bisnis tempat dimana mereka dapat berinvestasi. Karena itulah akhir tahun ini, saat gejolak di Eropa belum mereda, menjadi kesempatan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mendapatkan kucuran dana tambahan dari dana yang tertahan dan menganggur tersebut. 

Jadi, ini memang kesempatan yang langka. Kesempatan bagi perusahaan energi dan perusahaan tambang untuk melakukan ekspansi. 

Ya ampun Yahoo!, siapa editor Anda?

Tambak

Ada perbedaan besar antara "tambak" dan "tambang". Tanpa membaca berita secara lengkap, Yahoo! bisa menjerumuskan pembaca, khususnya mereka yang terbiasa skimming judul-judul berita sebelum masuk membaca berita yang menurut mereka menarik.

Peran Editor (mudah-mudahan benar namanya, karena saya tidak berkecimpung di dunia pemberitaan) menjadi penting karena di tengah derasnya informasi ia harus memastikan bahwa setiap tulisan "benar" untuk dibaca dan mencerminkan maksud dari tulisan - karena salah eja, salah penempatan tanda baca, bisa membuat sebuah berita atau informasi menjadi bias.

Integritas dan kejujuran, apa perbedaan mendasar keduanya?

Beberapa waktu yang lalu (entah sudah berapa lama dan kapan tepatnya)
saya mengikuti salah satu sesi presentasi Lilik Agung, penulis CEO
Wisdom, yang diselenggarakan oleh kantor tempat saya bekerja.

Ada satu highlight yang cukup berkesan bagi saya yaitu pertanyaan
"perbedaan antara integritas dan kejujuran", yang kembali teringat
saat mengikuti berita tanpa henti tentang pemeriksaan KPK terhadap
anggota DPR.

Ini adalah penjelasannya.

Kejujuran adalah mengatakan apa yang dilakukan. Sebaik apapun atau
bahkan seburuk apapun tindakan selama ia mengatakan apa yang telah
dilakukan maka ia jujur. Misalnya: "Saya melakukan korupsi ...."

Integritas adalah melakukan apa yang dikatakan. Utuh antara perkataan
dan perbuatan.

Saya pikir keduanya merupakan kesatuan yang menjadi modal para
pemimpin, dimanapun ia berkarya.

Seharusnya bukan meningkatkan konsumsi daging

Beberapa kali saya melihat iklan yang mengusung snapline "meningkatkan konsumsi daging". Meski usaha ini sangat bagus, saya pikir kurang tepat jika diterapkan di Indonesia.

Peningkatan konsumsi daging harus didahului dengan peningkatan produksi daging - yang ujung akhirnya adalah perbaikan dan peningkatan "industri" peternakan di Indonesia. Luas lahan yang terbatas akan menjadi pembatas dari kemampuan produksi daging dalam negeri. Bandingkan dengan luas perairan negara Indonesia yang justru tidak akan membatasi "industri" perikanan. Negara maritim seharusnya menjadi negara dengan konsumsi ikan tertinggi juga.

Jadi menurut saya lebih baik "meningkatkan konsumsi ikan"