Pengadilan nenek Minah memalukan kata sang Menteri. Kasus KPK yang berlarut-larut lebih memalukan, Pak.

Justice and Human Rights Minister Patrialis Akbar expressed his anger over the recent trial of an old woman who was accused of stealing three cacao fruits worth Rp 30,000 from a plantation in the Central Java town of Banyumas.

Patrialis called the trial, which appeared on the front page of the country’s largest daily, Kompas, on Friday, “embarrassing”.

Excerpt from The Jakarta Post.

Bapak Menteri yang terhormat, bayangkan rasa malu kami melihat proses penyelesaian Bibit-Chandra, KPK, Polri, Antasari, dan rekomendasi Tim 8 yang berlarut-larut. Mata dunia memandang kami, bangsa Indonesia, dengan sebelah mata. Bayangkan betapa jengahnya kami berhadapan dengan para bule itu ketika mereka bertanya, "So, how's KPK case doing lately?"

Pemadaman bergilir Jakarta: Menteri ESDM turun tangan

Wah, nikmat sekali hidup di Jakarta. Bahkan untuk pemadaman bergilir ini sang Menteri langsung turun tangan. Sementara kami nun jauh di ujung timur Kalimantan terkadang harus berpikir keras untuk mengatur pola hidup saat pemadaman bergilir terjadi. Bahkan pemilik generator set terkadang juga harus berpikir keras untuk mencari bahan bakar di seputaran kota. Oh ya, pemadaman bergilir di sini adalah rutinitas hidup bukan kondisi darurat seperti kasus Anda, wahai Jakarta.