Perang opini: peran media dalam politik dan sosial kemasyarakatan terkait kasus KPK dan POLRI

You own the media, you'll own the world. You'll win the war
Katakan saya salah, tapi kasus penahanan dua pimpinan non-aktif KPK oleh POLRI adalah contoh nyata kekuatan media dalam membentuk opini publik. Sebagian besar dari Anda tidak memiliki sumber primer untuk mengetahui apa yang terjadi. Namun sebagian besar dari Anda dapat dengan yakin menyatukan sikap untuk mendukung Bibit dan Chandra. Yang menarik, ketika saya bertanya, apakah Anda mendukung kedua orang tersebut atau mendukung institusi yang dibentuk dengan tujuan memberantas korupsi, maka hasilnya berbeda.

Katakan saya salah, tapi media begitu kuat mendorong opini publik dengan "menyatakan" dua pimpinan non-aktif KPK ditahan "tanpa" alasan yang jelas dari POLRI. Contoh terbaru adalah media mendorong opini publik bahwa POLRI akan menyita transkrip rekaman dari KPK. Bahkan tanpa sumber primer sekalipun.

Quick Question: Apakah opini publik akan berbeda seandainya POLRI lebih sigap merangkul media berkaitan dengan kasus ini, layaknya kecepatan mereka merangkul media dalam penumpasan teroris yang lalu?

Loading mentions Retweet
Filed under  //   brainstorm   Indonesia   opinion  

Comments (0)

Leave a comment...

 
Got an account with one of these? Login here, or just enter your comment below.
Posterous-login    Connect    twitter



 

About