Niat, usaha, doa, dan sabar

Salah satu pesan mendalam yang saya dapatkan sesudah membaca Ranah 3
Warna karya Anwar Fuadi beberapa bulan yang lalu adalah kombinasi
Niat, Usaha, Doa, dan Sabar untuk menggapai kesuksesan - apapun
artinya bagi Anda.

Yang menarik, kombinasi ini tidak hanya berlaku bagi perseorangan
melainkan juga bagi organisasi, sebagai kumpulan dari orang perorang.

Secara umum ini adalah persepsi saya mengapa kombinasi ini menjadi
penting dalam mencapai kesuksesan.

Niat tanpa usaha tidak akan membawa Anda dan organisasi kemana-mana.
Tujuan atau visi memerlukan kerja keras agar dapat terwujud.

Niat dan usaha tanpa doa akan membuat Anda dan organisasi tidak
memiliki kerendahan hati. Penentu keberhasilan tetap yang maha kuasa.

Niat, usaha, dan doa tanpa kesabaran membuat Anda dan organisasi
melupakan kesetiaan pada tujuan awal. Anda dan organisasi memerlukan
ketulusan, keteguhan, dan kesetiaan untuk tetap berjalan meski
tantangan menghadang.

Niat, usaha, doa, dan sabar. Apakah Anda dan organisasi memilikinya?

Apakah tren IPO beberapa perusahaan energi dan tambang Di akhir 2011 hanya sesaat?

Beberapa waktu belakangan ini saya membaca bahwa beberapa perusahaan energi dan tambang Indonesia berencana untuk melakukan IPO di akhir tahun 2011. Apakah ini hanya tren sesaat? Saya harus katakan bahwa ini memang sesaat karena akhir tahun 2011 merupakan saat yang paling tepat untuk mencari tambahan dana dengan cepat melalui IPO. 

Mengapa energi?

Beberapa analisa menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan mencapai 6.1% hingga 6.4% tahun ini. Pertumbuhan ekonomi akan masih berada pada level tersebut untuk tahun depan. Pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan industri harus mendapatkan dukungan dari industri energi (termasuk di dalamnya perusahaan tambang penghasil produk energi - misal batubara). Hal ini bersifat mutlak mengingat industri akan membutuhkan pasokan energi besar untuk tumbuh. Hal ini yang menjadi pendorong utama pertumbuhan industri energi dan pertambangan karena pertumbuhan kebutuhan masih tinggi, baik di dalam negeri Indonesia sendiri maupun negara-negara lain, khususnya China dan India. 

Mengapa 2011?

Krisis ekonomi di Eropa adalah faktor lain yang menjadi pendorong percepatan IPO perusahaan-perusahaan di Asia yang tidak terlalu terkena dampak krisis. Uang dalam jumlah besar yang tertahan karena krisis harus segera dialirkan, tentu saja karena prinsip ekonomi agar uang tersebut bisa "bekerja". Dan saya sangat yakin ada beberapa gelintir orang/badan yang memiliki jumlah uang sangat massive menunggu peluang bisnis tempat dimana mereka dapat berinvestasi. Karena itulah akhir tahun ini, saat gejolak di Eropa belum mereda, menjadi kesempatan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mendapatkan kucuran dana tambahan dari dana yang tertahan dan menganggur tersebut. 

Jadi, ini memang kesempatan yang langka. Kesempatan bagi perusahaan energi dan perusahaan tambang untuk melakukan ekspansi. 

Ya ampun Yahoo!, siapa editor Anda?

Tambak

Ada perbedaan besar antara "tambak" dan "tambang". Tanpa membaca berita secara lengkap, Yahoo! bisa menjerumuskan pembaca, khususnya mereka yang terbiasa skimming judul-judul berita sebelum masuk membaca berita yang menurut mereka menarik.

Peran Editor (mudah-mudahan benar namanya, karena saya tidak berkecimpung di dunia pemberitaan) menjadi penting karena di tengah derasnya informasi ia harus memastikan bahwa setiap tulisan "benar" untuk dibaca dan mencerminkan maksud dari tulisan - karena salah eja, salah penempatan tanda baca, bisa membuat sebuah berita atau informasi menjadi bias.

Apa yang salah dengan rayuan gombal remaja saat ini?

Tidak ada yang salah dengan rayuan gombal remaja saat ini.

Dulu (zaman saya), saat saya melakukan pendekatan ke target, orang tua
(biasanya salah satu, sang ayah atau sang ibu) merupakan bagian dari
target pendekatan. Karena dengan restu mereka seluruh proses apel
malam minggu bisa lancar.

Jadi jika remaja sekarang berkata "ibu kamu ...." atau "bapak kamu
...." maka ia lebih kenal ibu atau bapak si target.

Hehehe.

Integritas dan kejujuran, apa perbedaan mendasar keduanya?

Beberapa waktu yang lalu (entah sudah berapa lama dan kapan tepatnya)
saya mengikuti salah satu sesi presentasi Lilik Agung, penulis CEO
Wisdom, yang diselenggarakan oleh kantor tempat saya bekerja.

Ada satu highlight yang cukup berkesan bagi saya yaitu pertanyaan
"perbedaan antara integritas dan kejujuran", yang kembali teringat
saat mengikuti berita tanpa henti tentang pemeriksaan KPK terhadap
anggota DPR.

Ini adalah penjelasannya.

Kejujuran adalah mengatakan apa yang dilakukan. Sebaik apapun atau
bahkan seburuk apapun tindakan selama ia mengatakan apa yang telah
dilakukan maka ia jujur. Misalnya: "Saya melakukan korupsi ...."

Integritas adalah melakukan apa yang dikatakan. Utuh antara perkataan
dan perbuatan.

Saya pikir keduanya merupakan kesatuan yang menjadi modal para
pemimpin, dimanapun ia berkarya.